Perbedaan Kartu Kredit Konvensional Dan Syariah

  • 23 September 2022

Ya, kehadiran Lembaga keuangan berbasis Syariah tersebut pun tentu saja menjadi angin segar untuk sejumlah masyarakat yang menginginkan alternatif perbankan, utamanya mereka yang menginginkan kegiatan finansial berlandaskan hukum-hukum syariat Islam. Hal yang kemudian dimanfaatkan pula oleh sejumlah Lembaga keuangan konvensional untuk turut meluncurkan produk Syariahnya ke khalayak.

Ini dia beberapa informasi penting terkait kartu kredit syariah yang harus diketahui:. Walaupun, kini sejumlah bank konvensional juga melebarkan sayapnya dengan meluncurkan versi syariahnya. Pada bank konvensional, denda berikut bunga akan dibebankan kepada nasabah saat hendak membayar tagihan kartu kredit. Pada kartu kredit konvensional, komponen utama biasanya terdiri dari utang dan bunga. Nah, karena di bank Syariah tidak mengenal sistem bunga, maka diganti dengan yang namanya monthly fee. Namun, besarannya sudah ditentukan di awal saat mengajukan pembuatan kartu kredit.

Akan tetapi, tidak seperti kartu kredit bank konvensional yang sering mengadakan promo, kartu kredit Syariah karena berlandaskan hukum Syariah maka tidak banyak memberikan benefit promo kepada penggunanya.

Kartu Kredit Syariah – UKM Indonesia

Perbedaannya terdapat pada cara kerjanya, yaitu kartu kredit syariah dijalankan dengan menggunakan prinsip yang Islami. Perbankan sebagai lembaga penjamin akan memperoleh keuntungan berupa fee (ujrah) dari nasabah melalui jasa tersebut. Akad ini layaknya fitur pinjaman untuk mengambil sejumlah uang tunai melalui kartu kredit syariah.

Akad ijarah, yakni imbalan atas layanan yang telah diberikan oleh bank kepada nasabah selaku pemegang kartu kredit syariah. Akad ijarah juga sering disebut sebagai member fee, dimana jumlahnya bersifat tetap dan telah dijelaskan sejak awal aplikasi kartu kredit tersebut. Akad sharf merupakan fitur transaksi menggunakan mata uang asing yang difasilitasi oleh bank syariah bagi nasabahnya. Syariah card yang disebutkan DSN dalam fatwanya sebelas tahun lalu secara fungsi sama saja dengan kartu kredit. Akan tetapi, ada perbedaan mendasar dari kartu kredit syariah dan konvensional, yakni pada cara penghitungan bunga. Bahkan jika setiap bulan di pemegang kartu melunasi tagihannya, maka ia tak perlu membayar iuran bulanan apapun.

Kartu Kredit Syariah vs Kartu Kredit Konvensional! Apakah Kartu Kredit Syariah Ada Bunganya?

Kartu Kredit Syariah vs Kartu Kredit Konvensional! Apakah Kartu Kredit Syariah Ada Bunganya?

Namun Anda tentunya bertanya-tanya, lantas buat apa dibuat kartu kredit syariah jika tidak ada bedanya? Dalam perhitungan angsuran kartu kredit konvensional, umumnya terdapat dua komponen utama yakni pokok utang dan bunga. Namun karena tidak adanya bunga dalam kartu kredit syariah, terdapat perbedaan cara menghitung besaran cicilan setiap bulannya. Akibatnya, denda tidak diperhitungkan berdasarkan lamanya keterlambatan atau besarnya jumlah tagihan yang terlambat dibayarkan seperti pada kartu kredit konvensional. Setiap bank memiliki kebijakan tersendiri yang berbeda satu sama lain dalam penetapan jumlah tawidh ini. Dengan demikian, tidak banyak promosi atau penawaran menarik yang diberikan oleh kartu kredit syariah ini.

Perbankan sebagai lembaga penjamin akan memperoleh keuntungan berupa fee (ujrah) dari nasabah melalui jasa tersebut. Akad ijarah juga sering disebut sebagai member fee, dimana jumlahnya bersifat tetap dan telah dijelaskan sejak awal aplikasi kartu kredit tersebut.

Akad sharf merupakan fitur transaksi menggunakan mata uang asing yang difasilitasi oleh bank syariah bagi nasabahnya. Letak perbedaannya adalah, jika Anda terkena denda atau tawidh pada bank syariah, maka uang tersebut akan disumbangkan sepenuhnya kepada lembaga sosial.

Perbedaan Kartu Kredit Syariah vs Konvensional • Sikatabis.com

Penetrasi kepemilikan kartu kredit di Indonesia per tahun 2019 baru mencapai 1.7% dari populasi (menurut beberapa estimasi), tapi terus meningkat. Pinjam meminjam diperbolehkan dalam Islam karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang memerlukan bantuan orang lain.

Anda melakukan transaksi pada tanggal 11 Juli 2019 senilai Rp 1.000.000 menggunakan kartu kredit yang bunganya 2% per bulan atau 24% per tahun. Dapat dilihat pada tabel bahwa aktivitas “Pembayaran” juga dihitung “bunganya” tetapi diberi nilai negatif, sehingga menjadi pengurang bunga yang harus dibayar.

Iuran bulanan (monthly fee) sesuai dengan akad ijarah, di mana bank berhak mendapatkan upah karena telah memberikan layanan berupa kartu kredit kepada nasabah. Sesuai prinsip syariah, ta’widh tidak dijadikan sebagai keuntungan bank tetapi digunakan untuk bagi hasil dan amal / aktivitas sosial.

Press ESC to close